Sunday, April 22, 2018

EARTH DAY AND EARTH HOUR, TWO MEANING IN ONE GOAL

Happy Earth Day Everyone πŸ˜„
YUHUU......

I'M BACK HERE AGAIN.....

KHU...KHU...KHU....😁😁😁

(Edisi semangat malam minggu walau sendiri πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†)

Akhirnya, balik lagi ni dalam aktivitas blog ane yang ya....., sebenarnya gak bosan-bosannya aja sih buat hibur hibur ente. Hahahah πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Ya..., walaupun sebenarnya yang baca juga......, ya............, hehehe...., gak banyak lah ya, tapi tetap semangat buat yang beginian walau kerja di kantor udah siap menumpuk. Hohohoho 😁😁😁 (Pesimis amat ni bocahπŸ˜‘. Merasa hidupnya udah berasa di ujung tanduk bae πŸ˜‘πŸ˜‘πŸ˜‘).

Bay de way, mungkin langsung singkat aja lah ya.

Kalau misalnya kita melihat tanggal hari ini adalah tanggal 21 April. Di Indonesia biasanya, tanggal 21 April ini memperingati Hari Kartini dimana yang notabenenya adalah memperingati Hari Emansipasi Wanita. Dimana juga, Hari Kartini ini diambil dari hari lahirnya Ibu Kartini dan sekaligus memperingati juga bagaimana seorang perempuan harus bisa hidup sejajar dengan kaum laki-laki. Ya..., mungkin kalian bisa aja sih baca-baca artikel RA Kartini di sini. Xoxoxo.... 😁😁😁(Itung-itung promosi kan πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„. Jarang-jarang bro ane beginian. Hohohoho 😁😁😁).

Tapi, bukan soal Kartininya atau 21 Aprilnya yang akan ane bahas. Kalau kita tambahkan satu hari setelah tanggal 21 April, maka artinya hari itu akan bergeser ke tanggal 22 April. Nah...., di tanggal 22 April ini........., ane gak mau ketinggalan untuk memeriahkan suatu event besar. Mungkin gak cuman di Indonesia, but di seluruh duniapun event ini harus wajib ada. Dan pastinya, akan ada kaitannya dengan judul di atas. 

Mengingat lagi kalau ane lagi dikejar target...... (Sebenarnya sih, biar gak ketinggalan untuk memeriahkan aja 😊😊😊), jadi.............

LANGSUNG AE DAH KITE KE BAWAHHHH......

HOHOHOHO.............
EARTH : One Love πŸ’“, One ConcernπŸ‘† , One ProtectionπŸ‘Š (Later for Color πŸ˜‹)
Bicara soal tanggal 22 April, biasanya semua orang di dunia ini, termasuk Indonesia sendiri memperingati tentang HARI BUMI atau yang biasa dikenal sebagai EARTH DAY. Jauh dari hari itu, tepatnya di tanggal yang sama juga namun beda bulan, dunia ikut memperingati juga tentang EARTH HOUR atau kalau diterjemahkan ke Indonesianya menjadi JAM BUMI yang jatuh pada 25 Maret yang lalu.


Nah, bisa dibilang sih ini konsep baru yang pertama kali ane coba di tahun ini. Menggabungkan dua event yang berbeda, tapi sebenarnya maknanya sama. Kurang lebih, sama-sama bertujuan untuk menjaga bumi agar bumi tidak rusak.

Kembali pada topik utama kita, sebenarnya pada postingan ini ane ingin menjelaskan dulu ni tentang:

1. Apa itu Earth Hour secara umum?
2. Kenapa kita harus tau tentang Earth Hour secara luas?
3. Apa itu Earth Day?
4. Kenapa Earth Day harus kita peringatin?
5. Isu apa saja yang sedang hangat di tahun ini atau tahun sebelumnya?
6. Hubungan Earth Hour dan Earth Day ini apa? Kenapa ane mengatakan mereka punya tujuan yang sama pada dasaranya?

Jadi, buat ente-ente yang masih penasaran, atau lagi bingung ni pengen ngapain, mending baca ni postingan. Biar ente ngarti, hidup itu gak cuman sekedar tau gadget, terus kerjaannya maki-maki orang doang. Wkwkwkwkw 😁😁😁 (Ane kan becanda bang bro πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Biasa aja kali. Santai aja πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… #autopanique ). 

Ane berharap, setelah kalian baca postingan ini kita semakin disadarkan, bahwa apa yang terjadi pada bumi kita saat ini, adalah isu yang sebenarnya bukan main-main.Dan, ini sudah dibilang hampir tiap hari bahkan tiap detik yang namanya masalah tentang Bumi itu, gak pernah berhenti-berhenti. So, siapin cemilan, dan.......

IT'S SHOW TIMEπŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰...........

EARTH DAY
Earth Day Logo ( Source : kievitskroon.co.za )

Let's we start from Earth Day atau yang biasa dikenal dengan Hari Bumi.

Kalau kita bicara tentang Hari Bumi, mungkin tidak semua orang tau. Kecuali, kalo di media-media semacam Radio, Televisi, Internet, dll sudah memberitahu, biasanya baru muncul tu trending semacam #EarthDay atau #SaveourEarth. Terlebih lagi, kalau ada semisal kayak kampanye gitu, mungkin hal semacam itu, bisa jadi muncul di berbagai media sosial. Walau cuman satu dua orang, tapi seenggaknya mereka masih ingatlah tentang kondisi Bumi kita.

Bila kita tarik dari asal mula kapan peringatan tentang Earth Day ini muncul, maka jawabannya adalah peringatan ini dimulai pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat.

Ya, peringatan Earth Day pertama kali diselenggarakan pada tanggal 22 April 1970 di Amerika Serikat, dimana pelopor gerakan pertama kali ini digagas oleh Gaylord Nelson, seorang senator bagian Negara Wisconsin, Amerika Serikat. Gaylord Nelson memandang, bahwa isu-isu tentang lingkungan saat itu, harus dimasukkan ke dalam kurikulum Universitas. Tujuannya tidak lain adalah, untuk mempelajari apa-apa yang terjadi saat itu mengenai problem tentang kerusakan lingkungan dan juga solusi mengatasinya. Selain itu, Gaylord Nelson juga terinspirasi dari gerakan anti perang Vietnam yang masif atau istilahnya, semacam demo besar-besaran untuk menghentikan perang Vietnam yang terjadi di tahun 1955-1975. Dari sinilah, Gaylord terinspirasi untuk membuat peduli lingkungan dan mengkampanyekan secara besar-besaran.

Father of Earth (Source: nelsonearthday.net)
Hasilnya adalah, 20 juta rakyat Amerika Serikat turun ke daerah Fifth Avenue untuk mengkampanyekan kepedulian terhadapa lingkungan. Apalagi, saat itu Gaylord Nelson berpendapat bahwa kondusi dunia yang sudah dipenuhi pencemaran serta polusi yang merugikan banyak pihak, membuat semua orang sadar bahwa Bumi sedang dalam keadaan darurat hidup sehat. Dari sinilah, Gaylord beserta aktivis peduli lingkungan, mengajak semua orang untuk bersama-sama menjaga Bumi dari sejuta hal yang dapat merusak keindahan Bumi, baik itu berupa ekosistem, maupun berupa faktor-faktor pendukungnya.  

Earth Day Campaign (Source : trexfurniture.com)
Gerakan Hari Bumi juga bukan sekedar sebagai alat kampanye juga. Hari Bumi juga biasanya digunakan sebagai evaluasi terhadap semua orang, sudah sejauh mana kita peduli pada Bumi kita sendiri. Mengingat di tahun 2030 ke depan, PBB memprediksi bahwa total penduduk Bumi yang akan hidup sebesar 8,5 milliar jiwa. Itu artinya, semakin besar penduduk Bumi yang hidup atau tinggal, maka masalah lingkungan akan semakin bertambah. Semakin bertambah masalah lingkungan, maka semakin bermasalah juga Bumi yang kita tinggalin. Dan inilah yang saat ini semua orang mencari cara bagaimana membuat Bumi tetap menjadi planet yang Indah, meskipun saat ini dalam kondisi lingkungan yang sangat tercemar.

EARTH HOUR
Earth Hour Logo (Source : bluecoda.com)

Earth Day sudah, maka kita lanjut pembahasan tentang Earth Hour.

Mungkin sebagian dari kita sudah pernah mendengar tentang apa itu Earth Hour. Apalagi, bulan lalu tepatnya tanggal 25 Maret, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajak semua orang untuk sama-sama mematikan lampu dan perangkat elektronik lainnya selama satu jam sebagai tanda untuk mengurangi pemakaian energi listrik secara berlebihan.

Namun, taukah kalian apa itu Earth Hour secara teori?

Kita asumsikan misalnya, suatu daerah punya kapasitas listrik sebanyak 7000 W (Ya....., kalau ada salah, mohon maaflah. Hehehe πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…. Maklum, anak tukang listrik, tapi doyannya baca artikel orang πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„). Lalu, daerah itu punya sekitar 20 rumah. Untuk satu rumah, kita asumsikan pemakaian listrik dia dalam sehari bisa mencapai 40 W. Artinya, satu rumah itu dalam sebulan bisa mengeluarkan listrik sebanyak 1200 W. Kalau kita kalikan dengan 20 rumah dengan Watt yang sama, maka berapa listrik yang sudah dikeluarkan oleh daerah itu? Itu baru untuk satu daerah. Bagaimana dengan dua, tiga, dan lain-lainnya? Pastinya akan lebih berat, dan bisa saja malah beban listriknya jauh lebih parah.

Nah, Earth Hour itu bisa dibilang adalah sebuah kegiatan kampanye yang dimana isinya itu mengajak orang untuk berhemat menggunakan energi secara bijak. Jadi, kalau Earth Day itu memperingati Hari Bumi dengan tidak merusak Bumi, maka untuk Earth Hour adalah memperingati Hari Bumi juga, tetapi dengan tidak menggunakan energi Bumi apapun itu, secara berlebihan. Gitu.....

Main Sponsor of Earth Hour (Source : wwf.org.uk)
Nah, untuk kampanya Earth Hour sendiri, itu dimulai pada tahun 2017, tepatnya di Sydney Australia. Semua aktivis di Sydney mengajak semua orang untuk sama-sama mengurangi pemakaian energi secara berlebihan, dan mulai untuk sadar akan lingkungan. Karena pada dasarnya, energi yang biasa kita gunakan entah itu listrik, gas, bensin, dll, semuanya itu berasal dari alam. Dan, kalau manusia menggunakannya terus tanpa memikirkan efek ke depan, bisa gawat nanti ke depannya. Heheheh 😊😊😊. Malah, saat energi semuanya habis, kita balik lagi ke jaman batu. Mau ente hidup di Goa kayak pens bola yang kalah kemaren? Xoxoxoxo πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„(Ampun Pak Guru 😁😁😁).

Lanjut lagi, setelah tahun 2007 dianggap sebagai kampanye yang sukses di Sydney, di tahun 2008 gerakan ini mulai meluas ke 37 kota di 30 negara. Setahun kemudian, Indonesia ikut bagian dalam kampanye ini. Dan, hingga tahun 2018 sekarang ini, sebagian negara di dunia ikut andil dalam bagian gerakan "60 menit untuk berhemat dan 60 menit seterusnya untuk terus behemat." yang biasa tersemat dalam logo Earth Hour 60+.
Monas in Earth Hour (Source: fakta.news)
Tujuan dari kampanye Earth Hour sendiri adalah, mengajak semua orang untuk peduli pada iklim global dan dapat menggunakan energi Bumi dengan bijak dan seperlunya.

RELATION OF EARTH DAY and EARTH HOUR
Victims Of Pollution in India (Source : vox.com)

Earth Day dan Earth Hour sama-sama mempunyai kemiripan dalam hal tujuan kampanye. Selain sama-sama memperingati Hari Bumi juga, konteks dalam memperingati kedua event ini juga sama-sama berkampanye, yaitu mengajak semua masyarakat Bumi untuk menjaga dan melestarikan Bumi.

Bila kita amati beberapa kasus yang sedang terjadi belakangan ini, memang banyak manusia jaman now yang sering sekali melakukan kegiatan apapun tanpa memikirkan resiko untuk kedepannya. Contoh kita ambil dari sebuah kasus.

Dilansir dari website Kompas(dot)com tahun 2016.

Setiap tahun, Indonesia kehilangan hutan seluas 684.000 hektar akibat pembalakan liar, kebakaran hutan, perambahan hutan dan alih fungsi hutan. Menurut data yang dirilis Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) berdasarkan data dari Global Forest Resources Assessment (FRA), Indonesia menempati peringkat kedua dunia tertinggi kehilangan hutan setelah Brasil yang berada di urutan pertama. Padahal, Indonesia disebut sebagai megadiverse country karena memiliki hutan terluas dengan keanekaragaman hayatinya terkaya di dunia. "Menurut data terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Indonesia, total luas hutan saat ini mencapai 124 juta hektar. Tapi sejak 2010 sampai 2015, Indonesia menempati urutan kedua tertinggi kehilangan luas hutannya yang mencapai 684.000 hektar tiap tahunya," beber Deputi FAO Representative bidang program di Indonesia, Ageng Herianto, dalam seminar dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Pemerintah Provinsi Sulsel di Hotel Dalton, Selasa (30/8/2016). Advertisment Dengan kondisi itu, kata Ageng, FAO dan KLHK melucurkan program kerja sama penguatan SDM KPH dan Pemberdayaan Komunitas di Hutan Produksi Jeneberang dan Taman Nasional Bantimurung untuk wilayah Sulsel. "Kami yakin Indonesia sedang melakukan upaya berkelanjutan untuk restorasi dan konservasi hutan. Salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk menangani masalah-masalah kehutanan adalah dengan membentuk dan memberdayakan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) di seluruh Indonesia. Pembangunan KPH menjadi salah satu prioritas nasional yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan rencana strategis (Renstra) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan," jelasnya. Dia menambahkan, untuk mencapai pengelolaan hutan yang berkelanjutan memerlukan SDM yang cakap. SDM juga merupakan faktor kunci untuk menciptakan KPH sebagai unit usaha yang menguntungkan, mandiri, dan sekaligus dapat menjaga kelestarian hutan.


Dari kasus di atas, kita bisa melihat bagaimana tingkah laku manusia dalam mengembangkan suatu bisnis tapi tidak memikirkan resiko yang akan terjadi ke depannya. Kalau kita ambil sudut pandang dari kacamata EARTH DAY, maka jelas bahwa apa yang dilakukan orang-orang saat itu akan berdampak kepada perusakan lingkungan. 


Kalau kita ambil juga dari kacamata EARTH HOUR, tinggal kita liat aja. Kalau sumber cadangannya hilang, maka siapa yang dirugikan? Imbasnya ke siapa? Lalu, apa yang aka terjadi untuk ke depannya? Dan ini kita tidak berbicara hanya soal energi listrik, melainkan energi alam yang lain yang sebenarnya, ini juga bisa dijadikan alat kebutuhan manusia sehari-hari.

Ada lagi kasus yang dilansir portalsatu(dot)com :

Menteri ESDM Sudirman Said menyatakan gerakan nasional penghematan energi menyasar 20 kota besar di 11 provinsi.

"Ke-20 kota besar tersebut merupakan konsumen listrik terbesar," katanya dalam rilis di Jakarta, Minggu.

Kota-kota tersebut adalah Medan, Pekanbaru, Batam, Padang, Palembang, Lampung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Sidoarjo, Surabaya, Denpasar, Makassar, dan Balikpapan.

Menteri Sudirman pada Minggu menggelar kampanye Gerakan Potong 10 Persen di sepanjang Jalan MH Thamrin sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Program Gerakan Potong 10 Persen adalah upaya pemerintah mengampanyekan penghematan energi di semua konsumen minimal 10 persen.

"Gerakan ini sebagai sebuah aksi nasional. Target utama gerakan ini adalah penghematan konsumsi energi hingga 10 persen," kata Sudirman.

Untuk itu, lanjutnya, kampanyenya?akan terus digaungkan antara lain melalui kegiatan pemberian label efisiensi energi, membentuk manajer dan auditor energi, dan penggunaan lampu hemat energi.

Selain itu, mengoptimalkan peran perusahaan jasa energi, menggerakan Penggerak Energi Tanah Air (PETA), dan mendorong efisiensi energi ke dalam kurikulum pendidikan dasar.

Menurut dia, konservasi energi lebih mudah dibandingkan memproduksi energi atau dengan kata lain menghemat satu kWh lebih mudah dibandingkan memproduksi satu kWh.

Ia mengatakan, menghemat 10 persen energi setara menekan pembangunan 3,5 GW PLTU.

Berdasarkan data PT PLN (Persero) pada 2014, total energi yang terjual adalah sekitar 200 TWh yang 93 persen atau 187,175 TWh dari energi tersebut berasal dari sektor rumah tangga, industri dan bisnis.

Sudirman juga mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM tentang Energi Service Company (ESCO) yang merupakan kemitraan antara pemerintah dan industri serta komersial merealisasikan konservasi energi.

"Tidak ada kata terlambat memulai gerakan hemat energi, sehingga menjadi budaya dan gaya hidup demi pembangunan Indonesia yang lebih baik, bersih dan merata," ujarnya.


Dari kasus kedua di atas, kita bisa melihat bahwa penggunaan energi yang berlebihan bisa juga berdampak pada financial suatu negara. Seperti yang sudah dijelaskan pada penjelasan mengenai EARTH HOUR sebelumnya, bisa jadi penggunaan energi listrik yang berlebihan membuat sebuah negara bisa menunggak financial secara besar-besaran. Atau bahkan, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ketika cadangan energinya habis, akhirnya alam lagi yang jadi korban untuk hal yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Bisa juga, saat energi suatu daerah digunakan secara berlebihan, maka yang namanya pencemaran lingkunganpun juga tidak terhindarkan. Dan inilah fokus utama bagaimana caranya ketika kita ingin membuang limbah, kita harus berpikir bagaimana limbah tersebut tidak tercemar atau merugikan orang.

Pada intinya, tujuan dari adanya Earth Day dan Earth Hour ini tidak lain adalah sama-sama menjaga Bumi dari kerusakan alam, baik dari segi energi maupun dari segi lingkungannya.

Ya..., mungkin kalau dibaca agak puyeng banget lah ya. Hahahaha.... 😁😁😁

Perlahan tapi pasti aja 😊😊😊

Ntar juga ketemu kok maksudnya apa. HAHAHAHAHA πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† (Apaan sih bro πŸ˜’πŸ˜’πŸ˜’)

Mungkin, cukup segitu saja pembahasan ane mengenai Earth kali ini ya. Sebelumnya, sorry ya kalau ane jelasinnya kurang clear karena lagi kejar target. Tapi sekali lagi, Bumi itu tidak bisa hidup sendiri. Bumi butuh bantuan kita agar Bumi tetap terlihat lebih cantik, walau usianya sudah terlampau jauh secara itungan sejarah. Kalau bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi 😊😊😊(YEEEAAAYYY πŸ‘πŸ‘πŸ‘).

Untuk teman-teman yang ingin kasih kritik, saran, masukan maupun sebagainya, dipersilahkan untuk tulis dibawah kolom komentar. Tapi ingat, gunakan Bahasa Indonesia yang baik, karena kita....

"WARGA INDONESIA YANG BAIK !!!!!!"

MANTAP πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘ŒπŸ‘ŒπŸ‘Œ


THANK YOU BUAT PERHATIANNYA.........

SUKSES SELALU.....

DAN.......

SAYONARA DI POSTINGAN SELANJUTNYA πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ‘‹πŸ˜πŸ˜πŸ˜

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger