Wednesday, February 17, 2016

JAKARTA, IBUKOTANYA INDONESIA

Simbol Jakarta " Monas " ( Sumber : google images )
Assalamualaikum semuanye para encang, encing, enyak, babeh, dan seluruh pemude pemude tanah Jakarta ni. Hehehehe. Sory ye kalo pake bahasa betawi. Maklum, kebawa suasana. Wkwkwkwkwk ( Huffft -_- ). Bicara soal suasana ni, ditambah tadi ada logat betawi, pasti udah ketebak dong gua mau bawa apaan ni? Haaaahhhh!!!! Apa lu kata!?!?!? Bawa duit!?!?!?!? Heyyyy, yang ada gua kali yang minta duit ama lu orang. Wkwkwkkw ( #krikedisimalamminggu -_- ).Oke, lanjut. Pada hari ini, gua mau bawain tentang history tentang ibu kota. Ibu kota apaan tuh??? ( tanya ala ala heran ). Ibu kota negara tercinta yaitu Ibukota Republik Indonesia, lebih tepatnya Jakarta. Oh ya guys, mungkin bagi lu semua udah pernah dengar laaa, pastilah. Tapi, bagaimana dengan yang lain. Mungkin masih pada penasaran. Wkwkwkwk. So, let's go aja kita bicara nih soal Jakarta. Apa itu Jakarta, dan bagaimana kondisi Jakarta tempo dulu. So, let's begin


Profile Jakarta

Peta DKI Jakarta ( Source : google map )
Julukan : The Big Durian,  J-Town
                                                  
Motto: Jaya (Kemenangan ) Raya ( Besar )

Hari Jadi : 22 Juni 1527

Ibukota : Jakarta

Luas : 740 km2

Koordinat: 6 ° 12'S 106 ° 49'E

Kota : 5 Kota

Lagu daerah : Kicir – kicir

Rumah Tradisional : Rumah Kebaya

Pakaian Tradisional : Kebaya

Senjata Tradisional : Golok

Sejarah

Mungkin sobat semua mengira Jakarta itu berbeda dengan yang sekarang. Kalau sekarang udah rame, dulu Jakarta hanya sebuah Bandar kecil di Muara Ciliwung pada abad ke-16 atau sekitar 500 tahun yang lalu. Awalnya, Bandar ini merupakan pusat perdagangan umat hindu dari kerajaan Tarumanegara. Ditambah lagi, bukti dari prasasti Tugu menyatakan bahwa daerah Bandar ini di jadikan daerah pemukiman untuk warga warga yang berasal dari kerajaan Tarumanegara. Oh ya, sebelumnya yang namanya Jakarta, Banten, dan Jawa Barat itu masih jadi satu. Atau gampangnya Pulau Jawa itu masih satu. Belum tau mana itu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta dan Yogyakarta. Masih hanya berupa kerajaan. Kerajaan yang terbesar pada saat itu Kerajaan Tarumanegara yang tadi sudah dijelaskan sebelumnya. Kembali lagi ke tema, kerajaan ini mengubah pelabuhan ini menjadi perdagangan yang besar, sehingga tak ayal Indonesia kaya akan sejarah perdagangan dengan negara lain. Namun, lambat laun kerajaan tersebut mulai lemah dalam pengendalian perdagangan, sehingga kerajaan Sunda mengambil alih untuk mengendalikan perdagangan. Kerajaan Sunda pun menamakan Pelabuhan yang sebelumnya dikuasai Tarumanegara ini dengan Pelabuhan Sunda Kelapa karena terletak di daerah kota Kalapa. Pada abad ke-14, pelabuhan ini lah yang merupaka asset terpenting bagi kerajaan Sunda dalam perekonomian terutama dalam hal perdagangan.

Kabar perdangan ini pun sampai ke daerah eropa. Portugis pun tertarik untuk menginvasi daerah tersebut menjadi pusat jajahan karena lokasinya yang strategis terutama dalam perekonomian. Sehingga pada Abad ke-16, Portugis datang dan mengusai Sunda Kelapa pada saat itu. Portugis membuat perjanjian Luso Sundanese Padrao yang berisi tentang perjanjian politik dan Ekonomi. Ini mungkin lebih jelas menguntungkan Portugis sendiri, karena semua aset yang dimilik Sunda Kelapa ini dikuasai oleh Portugis. Berita soal Portugis pun sampai ke Kerajaan Demak, dan di bawah kepemimpinan Fatahillah, mereka menyerang Sunda Kelapa yang dikuasai Portugis saat itu dan mengusirnya dari tanah Sunda Kelapa. Usaha mereka berhasil, dan selanjutnya pada tanggal 22 Juni 1527, Fatahillah sendiri mengubah Sunda Kelapa menjadi Jayakarta yang dimana didalam namanya itu mengandung makna kejayaan mereka setelah berhasil mengusir Portugis.  Tanggal inilah yang diingat oleh setiap masyarakat untuk memperingati Hari Jadi Kota Jakarta. Selang 69 tahun, akhir Abad ke-16 Belanda yang dipimpin oleh Cornelius De Houtman datang ke Batam ( Banten kalau sekarang ) dan menjadikan Jayakarta ini menjadi pusat perdagangan sekaligus pusat pemerintahan Belanda saat itu. Mereka menjadikan Jayakarta ini sebagai pusat pertukaran rempah rempah dengan Portugis, karena Portugis berhasil mengusai daerah Timur yang kaya akan rempah. Karena tertarik dengan kota yang bisa dibilang strategis dalam segala hal, maka pada tanggal 30 Mei 1619, Jan Pieterzoon Coen memimpin Belanda dalam mengusai Jayakarta. Denga mengerahkan segala hal, Jayakarta berhasil jatuh ke tangan Belanda dan berubah nama menjadi Batavia. Batavia pun akhirnya direnovasi menjadi kota yang anggun dimana mereka membangun kanal kanal demi mencegah banjir, membuat taman taman kota, dan membangun pusat pemerintahan bernama VOC yang dipimpin langsung oleh Joen Pieterzoon Coen. VOC sendiri sebenarnya telah lama berdiri, namun usaha mereka untuk menetapkan pusat pemerintahan ini selalu gagal dan akhirnya mereka menetapkan bahwa Batavia lah yang pantas menjadi pusat pemerintahan pada saat itu. Tugas VOC ini selain memonopoli, yaitu mereka lah yang mengatur perdagangan hingga bekerja sama dengan negara lain untuk memajukan perekonomian mereka.

Lambat laun, VOC ditimpa masalah internal. Kasus korupsi di internal VOC, membuat VOC memutuskan bangkrut di tahun 1800 dan mencabut semua sistem pemerintahan VOC yang masih dipengaruhi sistem kerja ala VOC dan mengembalikan semua hak mereka ke kerajaan Belanda. Namun, namanya kota Batavia yang masih strategis, tetap dipertahankan sebagai pusat perekonomian karena Belanda pada saat itu masih menguasai Indonesia. Tahun 1942, Jepang datang ke Batavia dan mengganti Batavia menjadi Jakarta Toko Betsu Shi. Selain itu, karena Belanda kalah perang dalam Jepang ditahun itu juga, maka Jepang mengisi kegiatan pemerintahan mereka di Jakarta Toko Betsu Shi. Penjajahan Jepang pun tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 3 tahun, setelah Jepang menyatakan mereka kalah oleh sekutu, di tahun 1945, Presiden RI yang pertama (alm ) Ir. Soekarno pun memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dan kembali berubah nama lagi menjadi Jayakarta dikarenakan unsur pengaruh penjajahan oleh Belanda dan Jepang sudah tidak ada lagi. Di tahun ini pula, Jayakarta berubah menjadi kota nasional Jakarta. Di tahun 1966 sampai sekarang, Jakarta pun berhasil menjadi kota metropolitan yang besar dan megah yang dihuni oleh orang orang terkenal di seluruh Indonesia, dimulai artis, pengusaha, pemerintah, investor, dan bermacam macam orang mencoba mencari peruntungan di kota yang sekarang sudah hampir padat dengan para transmigran dari segala penjuru.

Berikut alur perubahan nama Jakarta versi lengkap :

1. Pada Abad ke-14 bernama Sunda Kelapa sebagai pelabuhan Kerajaan Pajajaran

2. Tanggal 22 Juni 1527 oleh Fatahilah, diganti nama menjadi Jayakarta

3. Tanggal 4 Maret 1621 oleh Belanda untuk pertama kali bentuk pemerintah kota bernama Stad Batavia

4. Tanggal 1 April 1905 berubah nama menjadi ‘Gemeente Batavia’

5. Tanggal 8 Januari 1935 berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

6. Tanggal 8 Agustus 1942 oleh Jepang diubah namanya menjadi Jakarta Toko Betsu Shi

7. Pada September 1945 pemerintah kota Jakarta diberi nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta

8. Tanggal 20 Februari 1950 dalam masa Pemerintahan Pre Federal berubah nama menjadi Stad Gemeente Batavia

9. Tanggal 24 Maret 1950 diganti menjadi Kota Praj’a Jakarta

10. Tanggal 18 Januari 1958 kedudukan Jakarta sebagai daerah swatantra dinamakan Kota Praja Djakarta Raya

11. Tahun 1961 dengan PP No. 2 tahun 1961 dan UU No. 2 PNPS 1961 dibentuk Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya

12. Tanggal 31 Agustus 1964 dengan UU No. 10 tahun 1964 dinyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.

13. Tahun1999, melalaui UU No 34 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta, sebutan pemerintah daerah berubah menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dengan otonominya tetap berada di tingkat provinsi dan bukan pada wilayah kota. Selain itu wilayah DKI Jakarta dibagi menjadi 6, yakni 5 wilayah kotamadya dan satu kabupaten administratif Kepulauan Seribu

Tokoh Yang Pernah Memimpin

No.
Nama
Masa Jabatan
1.
Soewirjo
23 Sep 1945 – Nov 1947
2.
Daan Jahja
1948 - 1950
3.
Soewirjo
17 Feb 1950 – 2 Mei 1951
4.
Sjamsuridjal
2 Mei 1951 – 9 Nov 1953
5.
Sudiro
9 Nov 1953 – 29 Jan 1960
6.
Soemarno Sosroatmodjo
29 Jan 1960 – 26 Agst 1964
7.
Henk Ngantung
26 Agst 1964 – 15 Juli 1965
8.
Soemarno Sosroatmodjo
15 Juli 1965 – 28 April 1966
9.
Ali Sadikin
28 April 1956 – 1977
10.
Tjokropranolo
1977 – 1982
11.
Soeprapto
1982 – 1987
12.
Wiyogo Atmodarminto
1987 – 1992
13.
Soerjadi Soedirdja
1992 – 1997
14.
Sutiyoso
6 Okt 1997 – 7 Okt 2007 ( 2 Periode )
15.
Fauzi Bowo
7 Okt 2007 – 7 Okt 2012
16.
Fadjar Panjaitan ( PLT )
8 Okt 2012 – 15 Okt 2012
17.
Joko Widodo
15 Okt 2012 – 1 Juni 2014
18.
Basuki Tjahaja Purnama ( PLT )
1 Juni 2014 – 22 Juli 2014
19.
Joko Widodo
22 Juli 2014 – 16 Okt 2014
20.
Basuki Tjahaja Purnama
16 Okt 2014 - Selesai

SUMBER :

Nah, itu tadi soal sejarah Jakarta di atas. Dari dulu hanya pelabuhan kecil, kini jadi kota metropolitan yang super megah ala ala las vegas Amerika. Dan, kita jadi tau bahwa Jakarta hampir 13 kali gonta ganti nama. Dan kini, Jakarta sendiri sudah membuktikan bahwa, kota ini layak jadi kunjungan oleh beberapa wisatawan asing maupun domestik. Jangan lupa untuk baca juga lebih lengkap tentang kota Jakarta yang bisa dibilang surganya tanah Betawi :

Kebaya, Aset Tanah Betawi Yang Bisa Mendunia ( Coming Soon )

Oke, itu tadi sedikit tentang Jakarta. Dan, bila kawan semua punya info lengkap, langsung saja share di kolom komentar, atau boleh juga kembali untuk mengirimkan kritik dan saran lewat media apapun, asalkan sopan dalam tata krama bahasa karena "KITA ADALAH WARGA INDONESIA YANG BAIK". Dan, untuk teman teman yang mau share atau copas, jangan lupa. Cantumin sumber ya. Itu sebagai langkah kalian menghargai karya orang lain. Sebelum tutup pantun dulu. Oke. Tengok ya tengok.

Beli motor sama si Bedu,
Bawa duit duitnya si nyai.
Kalau aye ada ide post yang baru,
Boleh aye menghibur kembali.

Terima Kasih dan Sampai Ketemu Lagi..

1 comments:

Rafinaldi said...

Mantap sule, maju terus!

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger