Monday, February 22, 2016

LEGENDA LEGENDA DARI TANAH BETAWI ( PART 1 )

Betawi Legend
Halo semua. Waduh, lama gak muncul. Pada kangen ya??? Wkwkwkwk ( Siapa juga yang kangen ama elu -_- ). Okay okay, sekarang ni, gua hadir lagi nih di blog. Mau posting sesuatu buat agan agan semua ni. Emmm, sebelumnya kalian mungkin sudah baca yang Jakarta itu bukan. Kalau yang sudah, bagus... . Kalau yang belum, jangan bersedih. Nanti dikasih deh linknya. Easy sajalah :) . Btw, hari ini gua mau coba posting sesuatu terkait legenda Betawi nih. Siapa siapa aja legenda Betawi ini nih. Sebenarnya ada banyak sih, cuman mungkin kita bahas beberapa saja, sisanya next post aja. Oke :) . ARE YOU READY KID, BEFORE??? OKAY, LET'S BEGIN...

Si Pitung

Si Pitung ( Source : Image Google )
Bicara soal Pahlawan Betawi, pasti di benak kita cuman ingat satu hal. Yap, this is Si Pitung. Pitung ( Pitoeng Versi Jadul ) atau nama aslinya Salihun ( Salihoen Versi Jadul ) merupakan satu diantara puluhan tokoh betawi yang bisa dibilang sebagai legenda untuk tanah Betawi ini. Pahlawan Betawi kelahiran Pengumben, daerah Rawa Belong ini merupakan sosok yang sangat di kagumi oleh masyarakat, khususnya masyarakat Betawi tersendiri. Bicara soal legenda Si Pitung, memang banyak sekali diceritakan dalam berbagai versi. Tapi, kita akan membahas sedikit saja.

Pitung merupakan anak lelaki dari Ayahnya yang bernama Bang Piung dan Ibunya bernama Mpok Pinah. Sejak kecil, Pitung diajarkan agama oleh orang tuanya agar jadi anak yang soleh. Pitung mendalami ilmu agamanya bersama gurunya yang bernama Haji Naipin. Konon ceritanya, gurunya ini punya ilmu beladiri yang mengandalkan tenaga dalam, dan perpaduan gerakan tangan dan kaki yang orang kenal hingga saat ini adalah Pencak Silat. Di perguruan agamanya pun, Pitung pun belajar pula ilmu bela diri milik Haji Naipin. Petuangalan Si Pitung dimulai saat Pitung menjual kambing ke Tanah Abang. Ketika dalam perjalanan Pulang, Pitung dicegat oleh kawanan perampok. Dari berbagai cerita, ada yang mengatakan Pitung ditawari dulu jadi pemimpin kawanan perampok, namun ia menolak dan akhirnya terlibat perkelahian dan menang. Namun, versi lain ada yang mengatakan ketika dia mau solat, pakaiannya taruh di suatu tempat dan duitnya diambil sehingga dia bingung duitnya gak ada. Ketika sampai rumah, Ayahnya marah dan minta Si Pitung mencari duit hasil jualnya. Saat ketemu sama pencopet yang mengambil duitnya, dia ditawari jadi pemimpin kelompok perampok mereka, namun ditolak sehingga terlibat perkelahian dan akhirnya Pitung menang. Namun, ada versi yang mengatakan dia di begal oleh kawanan perampok dan tidak berani pulang. Lalu dia mempelajari aliran bela diri terlarang yang Rawa Kontek yang dapat membuat penggunanya hilang ketika bertanding. Tapi, hal yang sangat dilarang yaitu si pengguna ini tidak boleh menikah karena akan hilang ilmunya. Itulah mengapa Pitung diceritakan meninggal dengan kondisi belum menikah. Hingga banyak versi mereka coba jelaskan mengenai keberhasilan Pitung menang lawan perampok tersebut.

Kembali ke tema, setelah Pitung menang melawan perampok, Pitung merasa di daerah Betawi ini banyak sekali orang miskin yang kesusahan. Singkatnya, ada yang mengatakan Pitung bergabung dengan kawanan Perampok lalu menyamar menjadi pegawai pemerintahan Belanda saat itu dan membuat surat palsu kepada H.Saipudin agar tidak menyimpan uang di Demang Master Cornelis, sehingga duitnya diserahkan kepada Pitung cs dan dibawa lari untuk dibagi bagi oleh orang miskin yang membutuhkan. Ada juga yang mengatakan, Pitung mengajak teman seperguruan dan adiknya yaitu Rais dan Jiih untuk merampok rumah orang kaya dan tuan tanah, lalu membagikan hasilnya kepada rakyat miskin. Dan macam macam versi banyak mereka ceritakan. Karena aksinya inilah, Pitung diincar oleh para Polisi Belanda untuk ditangkap karena sangat meresahkan terutama untuk orang kaya dan tuan tanah. Van Hinne atau Scout Van Hinne melakukan rencana untuk menangkap Pitung. Rupanya, strategi mereka berhasil. Pitung tertangkap beserta teman temannya dan masuk penjara. Namun, Pitung dan lainnya berhasil lolos dari penjara dengan menggunakan ajian, atau ilmu tenaga dalam, dll. Belanda coba mencari cara agar si Pitung tertangkap. Ada yang mengatakan pada saat itu Belanda mengadakan sayembara, ada lagi mereka menangkap guru dan orang tuanya beserta teman temannya, ada pula mereka menangkap gurunya lalu meminta gurunya memberi tahu kelemahan Pitung terletak dimana. Singkatnya, Pitung pun akhirnya muncul dan tewas tertembak karena kelemahannya. Ada yang bilang kelemahannya terletak dirambut, ditembak dengan peluru emas, terkena telur dan lain lain.

Akhirnya, jasad Pitung sendiri dikabarkan dimakamkan di berbagai tempat berbeda yaitu Pejagalan, Kebon Jeruk, Tapos dan beberapa daerah Depok dan Pemakamannya di jaga oleh tentara Belanda karena takut terjadi hal yang membahayakan

Benyamin Sueb

Benyamin Sueb ( Source : Image Google )
Siapa yang tidak kenal dengan satu tokoh betawi ini. Yang terkenal dengan logat betawi atau kata kata khasnya “ Muke Lu Jauh “ dan “ Kingkong Lu Lawan “. Ya, dialah Benyamin Sueb atau yang biasanya paling akrab dipanggil Bang Ben. Ya, Bang Ben merupakan tokoh Betawi yang bisa dibilang sangat fenomenal baik di daerah maupun nasional.

Tokoh yang lahir di Kemayoran, 5 Maret 1939 ini berasal dari keluarga yang ekonominya tidak mampu. Mempunyai Ayah yang bernama Suaeb dan Ibunya yang bernama Aisyah, Benyamin kecil menghadapi hidup serba susah. Bahkan, beliau sudah ditinggalkan ayahnya sejak umur 2 tahun. Sehingga, di umur 3 tahun, Benyamin kecil mengamen untuk membantu keluarganya. Bakat Benyamin sendiri sebenarnya sudah ada sejak kecil. Apalagi, dalam hidupnya, Bang Ben ini dikenal sebagai sosok yang humoris dan lucu dari segala arah baik laganya maupun tingkah lakunya. Tak ayal, ketika SD, beliau sering ditraktir makan karena sifatnya yang lucu, periang, pemberani dan pintar ini oleh teman temannya. Bakat Bang Ben ternyata bukan hanya sekedar menghibur orang dengan aksi lucunya. Bungsu 8 bersaudara ini dulu pernah membikin suatu grup musik bernama orkes kaleng bersama kakak kakaknya dan membuat alat musiknya dari barang barang bekas. Dan, Bang Ben ini adalah salah satu personil yang paling dikenal dibandingkan kakak kakaknya.

Sebelum menjadi terkenal, Benyamin Sueb pernah mencoba untuk menjadi Pilot. Namun sang ibu melarang. Akhirnya, Benyamin pun menjadi seorang pedagang roti keliling dan juga pernah menjadi seorang kenek di salah satu kondektur. Namun memutuskan berhenti karena pernah dipaksa korupsi namun beliau menolak. Akhirnya, Bang Ben memutuskan untuk coba kursus dan bekerja dibeberapa lembaga antara lain Lembaga Pembinaan Perusahaan & Ketatalaksanaan ( 1960 ), Administrasi Negara ( 1964 ), Latihan Dasar Kemiliteran Kodam V Jaya ( 1960 ), Angkatan Darat Bagian Amunisi ( 1959 – 1960 ), Kodim V Jaya bagian musik ( 1957 – 1969 ) dan Kepala Bagian Perusahaan Daerah Kriya Jaya ( 1960 – 1969 ).

Namun, sekali lagi. Bakat Bang Ben seolah sudah ditakdirkan untuk jadi musisi terkenal. Sukses bersama grup musik Naga Mustika, membuat nama Benyamin Sueb semakin dikenal menjadi masyarakat. Bukan hanya itu saja. Bang Ben sendiri juga membawa pengaruh gambang kromong kedalam unsur lagu lagu buatannya. Sehingga bukan hal yang mustahil kalau gambang  kromong ini sudah dikenal di Internasional berkat Bang Ben. Sukses bermusiknya pun semakin melambung dimana Bang Ben pernah berduet dengan Ida Royani yang menghasilkan lagu salah satunya Hujan Gerimis yang sangat populer hingga sekarang dan bersama Inneke Koesoemawati dengan lagu salah satunya yaitu Djanda Kembang.

Sukses di dunia musik pun merambah ke dunia akting. Benyamin Sueb sendiri pernah bermain di salah satunya film Si Doel Anak Betawi tahun 1976 dimana akhirnya film tersebut diteruskan menjadi Si Doel Anak Sekolahan yang diproduksi oleh Karnos Film yang dibintangi oleh Gubernur Banten saat ini yaitu Rano Karno, lalu ada Mandra, Basuki, dan masih banyak lagi. Dan, film ini dibilang sangat melegenda karena jalan ceritanya yang sederhana namun mendidik.

Bang Ben menghembuskan napas terakhir pada tanggal 5 September 1995 dimana sebelumnya, Bang Ben masih memproduksi film dan merilis album. Bang Ben pun dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Barat dan semasa hidupnya, Almarhum sendiri berhasil menggarap 75 album & 53 film yang Almarhum sendiri bintangi.

Mpok Nori

Mpok Nori ( Source : Image Google )
Siapa yang masih ingat dengan tokoh wanita Betawi satu ini? Mungkin kalian semua pasti masih ingat dong dengan kembaran Luna Maya asal Betawi satu ini? Ya, dialah Mpok Nori ya sering disebut sebut sebagai kembaran Luna Maya ini. Lahir di Batavia, 10 Agustus 1930, Mpok Nori mengawali karir sebagai seniman betawi dari bermain lenong di salah satu daerah di tanah betawi bersama almarhum temannya yaitu H Muhammad Bukir. Pemilik nama Nuri Sarinuri ini pun mulai dikenal oleh masyarakat saat bermain dalam serial film komedi “ Pepesan Kosong “ yang dibuat tahun 1993 bersama Malih dan Bolot. Selain itu, karena gayanya yang lugas dan terkadang selalu menyematkan lelucon dengan menggunakan logat Betawi, Mpok Nori semakin dikenal oleh seluruh kalangan masyarakat manapun. Liat saja beberapa film sudah beliau bintangi dari Hantu Biang Kerok & Get Married 2 ( 2009 ), Get Married 3 ( 2011 ), Pocong Mandi Goyang Pinggul ( 2011 ), Penganten Pocong ( 2012 ), Jeritan Danau Terlarang & Sule Detektif Tokek ( 2013 ), dan terakhir film Malam Suro di Rumah Darmo ( 2014 ). Dan tidak hanya itu saja. Gaya guyonan Mpok Nori sendiri dibilang satu satunya yang khas dengan suaranya yang cempreng dan selalu mengatakan bahwa Mpok Nori sendiri mirip dengan Luna Maya atau artis artis cantik Indonesia, membuat aksi Mpok Nori sendiri sebagai Pelawak Indonesia ini pernah mengisi acara komedi di salah satu stasiun tv swasta yaitu Opera Van Java dan Sahurnya OVJ.

Dedikasi terhadap seni Betawi jugalah, membuat Mpok Nori sendiri membangun sebuah sanggar seni ditempatnya untuk melahirkan bakat bakat seni dari Tanah Betawi. Mpok Nori tutup usia di umur 84 tahun pada tanggal 3 April 2015 akibat penyakit asma yang dideritanya sudah lama.

Source :


Ya, itu tadi hanya sebagian tokoh Betawi yang berjasa mengharumkan nama Betawi. Kita perlu ingat, bahwa kehidupan mereka dulu tidaklah sebaik ataupun seindah seperti masa mereka terkenal dulu. Walaupun beberapa dari tokoh Betawi diantaranya sudah tiada, tapi beberapa karyanya, serta jasa mereka tidak bisa kita lupakan. Ingat satu hal. " Once Legend, Forever Be Legend ". Itulah mengapa ketika mereka diejek, dicaci maki, bahkan dijadikan bahan cadaan oleh orang, kita sebagai penerus mereka, marah dan meminta mereka untuk menarik semua yang mereka lakukan pada legenda legenda. Semoga, legenda legenda Betawi ini, dapat terus dikenang dan ditempatkan di surganya Allah SWT. Aminn

Jangan lupa untuk baca artikel yang lain :

Kebaya, Aset  Tanah Betawi Yang Bisa Mendunia ( Coming Soon )

Dan, gua juga tidak lupa untuk sekali lagi, komentarnya, saran serta kritikan terhadap post gua yang satu ini sebagai rasa toleransi kalian terhadap karya post gua ini. Dan, apabila ada yang kurang atau pun ada salah salah kata, mohon dimaklumi, karena ane juga belajar. Wkwkwkwk. Dan selalu ingat. Gunakan selalu Bahasa Indonesia yang baik karena kita " WARGA INDONESIA YANG BAIK". Untuk teman teman semua mau copy artikel ini, mohon pakai sumbernya yahhh. Karena kita juga harus menghargai karya orang lain yang sudah kita buat. Selalu hargai orang lain sebelum kita dihargai orang lain. Oke...

Sampai jumpa dalam post selanjutnya.....


Da-daaaaaaaa :)

0 comments:

Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger